SHOLAT DHUHA
Nabi Muhammad SAW menganjurkan agar tiap pagi hari kita bersedekah sebanyak bilangan seluruh persendian tubuh sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah, dua rakaat sholat dhuha bisa mencukupi semua sedekah tersebut
“Pada tiap pagi hari setiap persendian dari seseorang diantara kalian ada sedekahnya ; setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, amar ma’ruf adalah sedekah dan nahi mungkar adalah sedekah pula. Tetapi dapat mencukupi semuanya yaitu dua rakaat yang dilakukan oleh seseornag muslim dalam sholat Dhuha.” (HR Muslim, Abu Daud dan Ahmad)
Kapan waktu pelaksanaan sholat Dhuha dimulai ? sholat Dhuha bisa dikerjakan setelah mentari terbit setinggi galah, kira – kira 25 menit setelah terbit. Saat ini banyak dicetak pedoman sholat untuk waktu abadi atau kalender yang mencantumkan waktu sholat, terbit matahari dan Dhuha.
Dengan demikian sholat Dhuha bisa dilakukan sebelum kita berangkat ke kantor, sekolah atau kuliah. Namun jika kita berangkat pagi – pagi benar sebelum waktu Dhuha karena jarak atau waktu tempuh yang lama, maka sholat Dhuha bisa dilakukan di kantor sebelum jam kerja. Bagi pelajar dan mahasiswa sholat Dhuha dapat dilaksanakan pada jam istirahat.
Mungkin kita mengajukan alasan “ kalau saya sholat Dhuha di sekolah, kampus, tau kantor akan timbul Riya‘. Saya takut dipuji teman – teman dan ibadah saya bukan karena Allah, saya juga tidak mau dikatakan sok alim, saya bukan ustadz tau kyai, saya pun belum menunaikan Haji, cukup sholat fardhu sajak.“
Itulah salah satu cara syetan untuk mencegah kita beribadah. Syetan memang mempunyai sejuta jurus untuk menaklukan kita. Salah satunya membisiki kita bahwa kalau kita beribadah yang tidak dilaksanakn orang lain, maka kita akan mudah terjangkit penyakit hati berupa riya‘ dan ‘ujub. Kalau kita tidak sholat Dhuha karena takut riya‘ dan ‘ujub, berarti syetan telah berhasil dan kita kalah olehnya. Solusinya adalah tetap sholat Dhuha, sambil menata hati dan memohon kepada Allah agar menjaga kita dari godaan syetan.
Imam al-Fudhail bin Iyadh menuturkan,“ Meninggalkan amal karena manusia adalah Riya‘ dan berbuat amal karena manusia adalah syirik, ikhlas adalah pembebasan Allah dari keduanya.“ Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah memberi nasihat, “Iyyāka na’budu menolak penyakit Riya’ Iyyā nasta’in menolak penyakit ‘ujub dan takabur.“
Sholat Dhuha tidak ada hubungannya dengan sebuta kyai, ustadz, haji, dan lainnya kita sholat semata – mata karena Allah bukan untuk mendapat julukan orang alim, jika omongan teman kita membuat kita tidak sholat justru itu menunjukkan bahwa kita sholat karena mereka, ibadah kita tergantung sikap mereka kepada kita. Apakah diri kita seperti itu ? tentu tidak ,kan ? bukankah kita telah berikrar bahwa sholat, ibadah, hidup mati kita hanya untuk Allah ?
Bisa jadi alibi lain yang kita ungkapkan, “wah saya sibuk sekali mana sempat sholat Dhuha… saya seorang professional dan aktif di berbagai organisasi, selain itu saya sering ke luar kota. Bisa dimaklumlah saya sangan jarang sholat Dhuha. “. Seandainya saja setelah sholat Dhuha untuk setiap rakaat yang kita kerjakan, Allah langsung menghadiai kita uang tunai 100 juta, apakah kita masih mengatakan tidak sempat ?
Kalau kita mau bersabar menunggu cairnya tabungan pensiun, mengapa kita tidak mau sedikit bersabar lagi untuk menunggu cairnya tabungan akhirat ? bukankah jarak antara kita pensiun dari kerja (usia 55 tahun) dan pensiun dari kehidupan ini tidak lama. Rata – rata sekitar 10-15 tahun saja ?, barangkali kita akan mengemukakan argumentasi lain, “ sebenarnya saya ingin sekali sholat Dhuha tapi gimana ya…? ya…, begitulah tahu sendirilah bagaimana kondisi saya, sejujurnya sedih juga tidak bisa melaksanakannya.“
Kesedihan seperti ini adalah kesedihan palsu, kita merasa sedih tapi kita malas, kita merasa rugi tapi kita tinggalkan kita merasa tertinggal tapi kita tidak mengejarnya kita ingin bangkit berdiri tetapi kita berada dalam mimpi pulas dan terbuai pula. Andai kata kesedihan kita sampai menangis mencucurkan air mata diiringi penyesalan, akan tetapi tidak dengan usaha untuk mencapai apa yang menjadi kewajiban kita sebagai hamba Allah, maka tangis dan penyesalan itu akan tinggal penyesalan belaka. Kita seharusnya berusaha untuk mencari kesempatan atau mempergunakan kesempatan, bukan dibelenggu oleh rasa senang mengikuti panggilan hawa nafsu.
Begitu indah dan hebatnya waktu Dhuha, Allah bahkan pernah bersumpah atasnya. Demi adh-dhuha (waktu matahari sepenggalahan naik ) (QS adh-dhuha {93} : 1
Adh-dhuha dipilih berkaitan dengan wahyu – wahyu yang diterima oleh Nabi Muhammad SAW. Ketika matahari naik sepenggalah, cahayanya memancar menerangi seluruh penjuru. Cahayanya tidak terlalu terik sehingga tidak menyebabkan gangguan bahkan, panasnya memberikan kesegaran, kenyamanan, dan kesehatan. Dengannya Allah melambangkan kehadiran wahyu sebagai kehadiran cahaya matahri yang sinarnya demikian jelas, menyegarkan dan menyenangkan juga memberikan kehidupan
Masih adakah alasan yang akan kita kemukakan sebagai pembenar kita malas melaksanakan sholat Dhuha ?
Wirsa[admin_cyber28/02/09]
oke deh….
semangat trus ya
oyik
Oleh: rick_oey on Januari 8, 2009
at 3:58 am
assalam! waduh bosen juga kajiannya ya???
weleh weleeehhhbh
rei[admin_cyb]
Oleh: ski14aksis on Februari 16, 2009
at 2:00 am
skdar saran coba cari kajian yang temanya lgy kontrversial pasti mnarik. . .
Oleh: aHonK on Februari 21, 2009
at 3:34 am